Friday, August 9, 2019

Liburan di Bangkok, Thailand Trip 4D3N Part 2

Day 2 di Bangkok, hari ini akan diniatin banget jalan kaki dari hotel ke Madame Tussaud yang berlokasi di Siam Discovery, dan Line Village yang berlokasi di Siam Square One.
Perjalanan dari hotel ke Siam Discovery sebenarnya cuma 3-4 km tapi kami ngos-ngosan juga mungkin karena cuaca yang memang sedikit panas dan lumayan polusi, di sana juga ada beberapa orang yang merokok di pinggir-pinggir jalan. Ohya saran buat lain kali kalau ada yang mau ke sana jalan kaki di sekitaran Sukhumvit, jalan kaki itu enakan nembus nembus mall dan jalus BTS di atas, lebih bebas polusi, teduh dan lebih cepat. Yah keuntungan kami yang nggak tau info ini dan jalan kaki di trotoar jalan, bisa selfie-selfie di pagi hari.

Sebelum kami memulai perjalanan, saya dan suami jalan dulu pagi-pagi pukul 5 rencananya sambil jogging dan explore di sekitar hotel ada apa sih. Apakah yang kami temukan? hihi.. Di Bangkok, tepatnya di jalan besar, masih ada beberapa orang dari night life yang lagi nunggu taxi, duduk-duduk, juga para lady boy itu, mereka sih nggak ngeganggu kog, hanya perlu hati-hati aja ya kalau jalan sendirian. Pas itu saya bareng suami kali ya, jadi merasa aman-aman saja.
Hal kedua yang kami temukan adalah Yes! ini.. orang-orang yang berjualan makanan dan snack di pagi hari, rata-rata baru buka pukul 5.30

Entah itu tulisannya apa, tapi terlihat enak-enak dan murah lho. harga snack-snack itu hanya berkisar 10-40 Bath, rata-rata 10-20 bath untuk snack dan sosis ini (eits ini dari pork ya)
kalau snack-snack ini baru dari ketan.




Uuuuu... ketannya menarik ya, itu ada rasa pandan yang hijau, taro yang ungu, yang putih vanila dan ada pasta-pasta lucu yang terbuat dari kacang, barley dan kelapa. kalau yang merah itu..sepertinya dari wortel dan kelapa. semuanya enak..TOP deh Thailand. snacknya murah dan enak.




Tau nggak sih, sebenarnya kami juga dapat breakfast di hotel, haha tapi gak tahan buat jajan. ya sudah dimasukin ke perut semua ya.. kan hari ini niatnya jalan kaki sampe berotot.

Di hotel, sayuran-sayuran yang kami makan terasa sangat fresh dan sosis ayamnya itulho uenak.. kaena ada rasa smoky-smokynya gitu. Yogurt buahnya juga isinya buah beneran.. betulan nggak rugi deh. Ohya ada enu sarapan yang gak sempat kufoto, yaitu barley atau jali-jali.. di Thailand, barley sepertinya sudah jadi makanan yang umum dikonsumsi. Seandainya Indonesia juga bisa ya mau belajar konsumsi makanan-makanan sehat seperti ini, nggak harus mahal kog.

Baiklah kami siap jalan kaki pemirsah! perut sudah kenyang, waktu menunjukkan pukul 09.00

Di pinggiran jalan akan ada beberapa toko souvenir dan aneka toko-toko lainnya termasuk yang sering kujumpai seven eleven. Toko ini salah satunya, menjual aneka sovenir ala Thailand. Menurutku kualitas kerajinan tangan dan seni mereka sudah amat sangat bagus, mengingatkanku untuk terus memajukan craft dan art Indonesia. Semoga blogku ini dibaca sama Pemerintah Indonesia hihi..


ada juga foto Raja Thailand yang dihias dengan megah dengan bunga-bunga yang cantik, pikirku..kog hebat ya.. panas-panas begini bunganya segar, hehe itu yang kuning-kuning bunganya palsu loh, tapi ijo-ijonya daun beneran yaotu daun tanaman li kwan yu. sepulang dari sana kulihat, petugas kebersihan dengan bersemangat membersihkan bunga-bunga itu dari debu dengan cara disemprotin air. Oke juga ini lho buat ide kota-kota di Indonesia, ohya tapi gak semua bunga palsu kog, Thailand juga menggunakan bunga tahan panas sejenis adenium. Kita nggak usah terlalu pengen kayak sakura lah, adenium lebih awet lho Pak/ Bu kementrian dan pariwisata. (mohon baca ya inspirasi ini)

 
 Sepanjang jalan menuju Siam discovery, ada juga mall-mall besar dan megah, juga mewah. Tidak perlu berkecil hati, hehe kufoto deh kau Prada. Semoga KuroHouseofCraft bisa kayak Prada, dan sejenisnya suatu hari.

Nah Tukang sayurpun juga ada, ini sayurnya gemesin banget ya..sueger-segeerr.. tampaknya adriculture di Thailand cukup maju, dengan melihat kulitas sayur yang dijual Tukang sayur dorongan begini, sudah jelas pasti. Tuh..tukang sayurnya juga jualan kembang telang/ butterfly pea. di Indonesia masih belum ada ya kecuali nanem sendiri.



Tibalah di benda lucu ini, panas dan keringat megucur..tapi begitu lihat snoopy.. hatiku jadi riang. hahaha.. gak bisa liat yang lucu memang. sakit kaki panas langsung sembuh (habis foto ya panas lagi)


snoopy in Bangkok
Akhirnya kami sampai di depan Siam Discovery, jadi area Siam memang adalah area favorit anak muda yang menurutku nggak cuma buat hura-hura, di sana ada area edukatif, buat jalan-jalan, makan-makan yang murah sampai mahal juga ada. Lukisan raja-raja menjadi kebanggaan mereka dan daya tarik wisata di sana. Tuh, nggak terkesan kuno dan keren juga kan.

Panasnya... kami pun masuk ke siam discovery, eh ada snoopy lagi yang instagramable.. haha sambil ngadem..foto-foto deh.


Sampailah kami di Madame Tussauds, tiketnya kubeli di klook karena ada diskon dan promonya menarik. Kalau cari-cari tiket gitu, lumayan lho di klook. ohya di sana juga ada counter klook, kita bisa beli tiket BTS yang one day juga.

Sudah lama saya ingin ke Madame Tussauds, panasaran sedetil apa pengerjaan sculptingnya. Dan Mostly memang keren. Kalau saya sukanya makanan dan pas mau bikin orang, suami pasti.. hii serem lho. terus gak jadi. haha bukan dia ga support kog, emang saya sendiri mbayanginnya juga serem. Tapi suatu hari pasti kucoba deh..haha

Memasuki Madame Tussauds, di bagian paling depan ternyata ada Presiden RI - 1 yaitu Bapak Soekarno yang membanggakan. Langsung kufotoin deh dari jauh dan dekat, foto sisanya nggak kupost di sini ya.. biar penasaran dan pergi sendiri ke sana.


Juga Sharuk Khan ini.. haha biar semangat..


Figure-figure di Madame Tussauds sangat banyak, diriku membayangkan.. kita itu nggak boleh jadi manusia yang biasa aja, gak berguna, nyusahin orang apalagi terus meninggal dunia tanpa dikenang kebaikannya. Berfoto dengan orang-orang terkenal, orang-orang yang berpengaruh di dunia membuatku merasa.. ah suatu hari aku juga harus jadi manusia yang dikenang kebaikannya, dedikasinya, prestasinya dan yang baik-baik lainnya. Yaitu jadi manusia yang memancarkan bahwa ada Tuhan di dalam hati kita.

Ohya di Madame Tussaud, kita akan difoto oleh petugas di sana nah hasil fotonya ternyata dijual, jadi terserah deh mau beli atau enggak, karena kubawa kamera sendiri, kami tidak membeli foto di sana. (halah..hemat kog) hahaha

terus ticketnya jangan dibuang ya, karena bisa ditukarkan dengan free buy one get one makanan/ snacks di bagian belakang museum. Bonusnya kami bisa menonton 4D Ice age gratis.. 4Dnya keren banget dan terasa snownya.. karena nggak boleh difoto. yah cobain aja deh. Kenal kan sama si Tupai nyebelin tapi lucu ini... gemessiin..



Setelah banyak berfoto di Madame Tussaud, perut kami keroncongan. Jadi model foto itu lelah lho ternyata.. haha..

Lalu kami ke food court yang ada di mall itu. Makanannya rata-rata porsinya besar dan enak-enak, ada ayam kecap, soup tom yum, pakai pho noodle yang dari beras itu, terus tenannya menyediakan free perasan jeruk lemon, cabe bubuk pedas dan paling kusuka adalah free daun kemangi dan potongan pare. Duh..mana ada si di mall di Jakarta dan sekitarnya yang kayak gini?
Harganya pun berkisar 60-100 Bath.. artinya kurang dari 50ribu udah dapat porsi besar. Ohya kog malah mahalan Manggo Sticky rice ya..itu yang membuatku heran di Thailand. hihi

Harga ketan mangga lebih mahal daripada daging. Amazing.. dan rasanya memang enak.. nagih dan mau lagi.









Ini cerita part 2 baru setengah hari lho, setengahnya kulanjutkan di cerita berikutnya ya..yaitu Line Village dan sekitarnya, karena harus kembali bekerja. see you di perjalanan Kuro di Thailand berikutnya.

Friday, August 2, 2019

Liburan di Bangkok, Thailand Trip 4D3N Part 1

Sudah dari bulan maret, saya belum update blog ini. Maafkan ya karena kesibukan dan blogger entah kenapa kalau menggunakan app di smartphone itu kurang user friendly, jadinya lebih mudah menggunakan instagram buat update story. 

Tapi menurutku di blogger ini kesempatan untuk bercerita lebih detil dan panjang.

Liburan summer, akhir Juli 2019 ini memang sudah kurencanakan dari 2-3 bulan yang lalu, sekalian mengajak mama jalan-jalan. Bangkok, kota yang belum pernah kukunjungi karena selama ini kupikir mirip aja sama Jakarta (macetnya) tapi tentu di sana ada yang beda ya. Di benakku, makanannya murah-murah dan mungkin ada spot-spot cantik buat berfoto, selain itu karena tiket pesawat domestik yang lagi mahal saat ini adalah salah satu pertimbangannya. 

Maka tiket pesawat dan hotel pun kami pesan, tiketnya pesawat pesan di tiket.com dengan low budget flight  yaitu thai lion dan hotelnya pesan di booking.com 
Totalnya sekitar 10.6 juta rupiah untuk 2 kamar, 3 malam, pesawat direct flight pp. 
Bandara kedatangannya adalah Don Mueang, Bandara yang memang disediakan untuk pesawat-pesawat low budget.

Hotel tempat kami menginap adalah Salil Hotel Sukhumvit 11 dengan harga yang lumayan ekonomis tapi kamarnya cukup lega, pelayanannya ramah, bersih, makanannya enak dan cukup dekat dengan stasiun BTS. Hotel ini interiornya lucu seperti kamar princess dalam buku dongeng. 
*(nanti fotonya kuposting ya) sambil ngetik ini aku tidak berhenti ngemil buah kering ala thailand :D

Soal moda transportasi di Bangkok, menurutku yang efektif adalah BTS kalau mau keliling di daerah2 shopping. Grab adalah pilihan selanjutnya kalau terpaksa. Saya tidak menganjurkan tuktuk dan taxi biasa di sana. Nanti kuinfo sebabnya di tulisan ke dua.

Ohya jangan lupa siapkan uang cash dan recehannya kalau ada.

Sampai di Don Mueang International Airport. Airport ini terlihat cukup sederhana di bagian kedatangannya, mirip sama terminal 1 & 2 Soekarno Hatta hihi.. lalu kami mengambil simcard di counter paket internet yang dijual di klook  yaotu DTAC Happy Tourist SIM 7 Hari seharga 135ribu/pax, satu di HP suami dan satu di modem buat jaga-jaga aja. Dari sana langsung ambil grab taxi. Nah kalau bayar pakai credit card, kodenya akan muncul di nomor Indonesia, jadi misal mau pakai grab menggunakan credit card, lebih baik bawa 1 hp cadangan ya. untungnya entah kenapa mamaku bawa 2 HP :D (mungkin mamaku firasatnya kuat)

Sampai di hotel jam 11an siang, kami belum bisa check in jadi cuma nitip tas aja. Lalu kami mencari makan siang. Makanan pertama yang kami makan adalah Pad thai, sejenis kwe tiau lebar yang terbuat dari tepung beras diberi kuah babi kecap, harganya 60 Bath atau sekitar 28ribu rupiah, juga nasi Babi. Jangan kaget, babi adalah makanan yang umum di thailand. Buat teman-teman muslim, masih banyak kog yang bisa dinikmati, contohnya tom yum, salad, nasi ayamnya juga enak dan masih banyak menu seafood. Tapi khusus seafood, kulihat di jalan-jalan cukup jarang kalau siang hari, baru adanya malam hari dan harganya berubah total menjadi 200 - 300 bath (khususnya di sekitaran Sukhumvit ya). Ini makanan di pinggir jalan ya, memang kami mau ke sana itu hunting-hunting local food semacam ini dan tentunya yang murmer. Nyummm...




Makanan Thailand itu menurutku bumbunya enak, dan mereka suka banget pakai daun ketumbar. Kebanyakan menulis NO MSG di menu mereka, ya karena kalau kuincipin bener-bener bawang merah/putihnya itu terasa sekali.

Ayo dong Indonesia, andalkan lagi rempah-rempah dan bumbu kita, rasa umami ala MSG itu kurang baik buat kesehatan kalau terlalu banyak.

Pas setelah makan siang, kami menuju Wat Pho dan Wat Arun, sambil nunggu grab di jalan berfoto-foto sedikit. 
Masyarakat di Thailand terlihat sangat menghormati Raja mereka, di Jalan-jalan banyak foto-foto Raja dan kadang bersama permaisuri di beberapa tempat, contohnya seperti ini. Terlihat menawan, tradisional dan megah ya. Tentu saja ini juga salah satu yang menarik turis manca negara. Belajar dari sini, kita juga perlu menghormati pemimpin negara kita, toh semuanya pasti diatur berdasarkan kedaulatan Tuhan. Indonesia pasti jadi negara yang tertib, aman, damai dan indah. Yuk sama-sama..


Sampai di daerah wat Pho, taxi grab tidak bisa langsung stop di bagian depannya, karena jalan menuju ke sana ditutup. Jadi kami berjalan sebentar, suasana di sekitarnya hampir mirip daerah kota wisata Jakarta. 
Wat Pho adalah salah satu temple Budha yang terkenal dengan "Budha tidur", ketika kami sampai sana waktu menunjukan masih jam 13.30, seorang laki-laki menghampiri dan sok akrab. 
Nah di sinilah kami belajar, bahwa di Thailand juga ada scam pariwisata.
laki-laki itu berusaha menunjukkan sebuah peta yang diprint biasa, dia bilang wat Pho baru akan buka pukul 15.00, kami di sarankan pergi ke wat Arun dulu untuk berkeliling tour melintasi sungai. lalu ia mengarahkan kami ke tuktuk dengan biaya hanya 20 Bath (tidak sampai 10ribu rupiah). Ia melanjutkan, kalau turis bule akan membayar 2000 Bath, sedangkan turis Asia terutama Indonesia, Filipina dan sejenisnya dia anggap saudara sendiri, cukup membayar 900 Bath. Dari awal kami tidak tertarik, tapi untuk tuktuk okelah ya.. daripada kena panas matahari yang terik di Bangkok.
Benar saja, kami diturunkan di dermaga kecil, bukan dermaga formal. di sana sudah ada yang menawarkan hal yang sama. Buat turis Indonesia, tidak perlu terjebak ini.. langsung aja tolak, langsung jalan kaki ke dermaga di sebrang Wat Arun tidak jauh dari sana. Seharusnya dari info yang kami searching penyebrangan ke Wat Arun itu gratis, tapi beberapa petugas di sana yang kami tanyain menjawab biayanya 15 Bath per orang. sekitar 5 menit menunggu ada kapal, petugas itu memberi petunjuk.. "itu kapalnya", ada dua petugas di kapal itu seorang laki laki berdiri di dek kapal sebelah belakang dan petugas perempuan di dek depannya (sedikit turun tangga), kami tanpa sengaja turun karena banyak turis yang berdiri di bagian itu. Petugas perempuan itu segera meminta uang, kuberi 15 bath per orang. tapi sedetik kemudian, petugas laki2.. ayo-ayo naik ke belakang, sudah mau sampai. cepat sekali pikirku, ah ternyata dia bilang tidak perlu membayar. ~''~! terus kuminta uang yang kuberi ke petugas perempuan itu, dia tidak mau mengembalikan dan mengomel dalam bahasa Thailand. Pengalaman ini agak menyebalkan, yah 60 Bath bukan lah mahal tapi di sana memang tidak ada panduan atau petunjuk khusus. Baru setelah tiba di Wat Arun, kami melihat paket-paket pass untuk tour sungai seharian. Ohya, ternyata untuk ke Wat Arun tidak harus melintasi sungai, pakai grab aja juga bisa kog.. T T yah itung-itung kami tadi punya pengalaman melintasi sungai di Bangkok.

Ah semua itu terbayar ketika sampai di Wat Arun, sebuah kuil yang cantik, mengandung arsitektur seni budaya yang tinggi. Ini beberapa fotonya




(Di dermaga ini untuk menyeberang)


Tampak Wat Arun dari sebrang sungai


Memasuki Wat Arun, kita perlu membayar tiket sebenar 50 bath atau sekitar 24ribu rupiah. Bunga ini yang pertama kufoto, karena cantik.. ternyata sejenis curcuma, belum kujumpai di Indonesia.




Wat Arun, Bangkok, Thailand




Di samping kiri Wat Arun, ada sebuah kuil lagi dan free untuk semua orang. Di sana ada kuil yang diberi ornamen emas di mana-mana. cantik dan megah. 


Ini adalah bagian dalam kuil di samping Wat Arun. Cuaca hari itu panas dan terik luar biasa, mengharuskan kami tidak henti-hentinya memotret. Akibatnya keringat mengucur dan kehausan. Syukurlah di bagian paling kanan, ada sebuah kedai minuman yang menjual kelapa dan frape. Harganya pun yah mirip-mirip dengan Jakarta. Tapi rasa.. segaarr.. kelapa di sini sepertinya lebih manis dan menyegarkan, dagingnya pun lembut. Tentu saja frapenya harus manggo, kan lagi di Thailand. hehe






Di samping kuil itu juga ada penjual kartu yang hasil karyanya unik, Penjual itu terlihat tua tapi bahagia. Sayangnya setelah kami minum, dianya sudah tutup pemirsah. ya udah deh dapat fotonya aja.

kelapa enak.. segar..



Dari Wat Arun kami pun mau melanjutkan perjalanan ke Asiatique, yang terkenal dengan Farris Wheelnya. Ituloh komedi putar di pasar malam, tapi harusnya besar ya. 

Kami agak trauma menyebrangi sungai, jadi pakai grab aja. oh no perut keroncongan, dalam perjalanan ke jalan besar, kami menemukan bakpao ini.. nemu.. yah beli lah (murmer hanya 20 bath). hihi terus nemu lagi babi goreng + nasi. sebuah menu yang sangat murah hanya 25 bath.


Bakpao Babi unik


Nasi babi goreng

Makanan di Thailand tergolong murah untuk turis, tapi transportasinya menurutku masih agak sulit. Kalau pakai grab macet dan harganya tol cukup mahal sekali kena bisa 50-70 Bath, pakai tuktuk harus bisa bahasa lokal baru nggak ketipu, pakai taxi biasa apalagi (nanti kuceritakan taxi nyebelin itu)

Tiba di Asiatique terkesan seperti sampai di FO-FO yang ada di Bandung, kesan hujan dan hari mulai malam, udaranya jadi agak dingin. Di sana da banyak tenan makanan tapi lumayan mahal ya.. seharga 100-300 Bath, untuk manggo sticky rice seharga 130 Bath (sabar aja dulu sampai chatuchak baru dapet manggo sticky rice murah, atau ketan di jalanan yang jual pagi-pagi di daerah sukhumvit road), kalau manggonya kurasa mirip mangga golek tapi lebih juicy.


Pasar Aqiatique menjual berbagai oleh-oleh fashion dan souvenir, entah kenapa banyak sabun handmade, rata-rata harganya 10-20 bath di atas Chatuchak, buat yang gak mau panas-panas ria Asiatique bisa menjadi pilihan buat shopping.

Ini foto Ferris wheelnya, cuma karena hujan kami tidak bisa naik, alias ditutup. Ya udah foto-foto aja.. kan nggak ada batang, akar pun jadi. hihi.. 


Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 malam, kami sudah seharian di luar dan mengantuk, saatnya kembali ke hotel buat istirahat. karena sekarang saya sudah mengantuk, besok kulanjutkan lagi blognya di bagian ke 2. Ini foto-foto bagian dalam hotelnya, kamar lain un beda temanya. dan cukup luas kan :) 

Kalau malam-malam masih lapar, gampang, seven eleven cukup bertebaran di bangkok. di sekitar hotel ini aja ada sekitar 4-5 seven eleven. makanannya pun masih terbilang murah 30-60 Bath, udah dapat nasi, telur dan daging. Burger juga ada. Kecuali McD.. di Bangkok malah mahal ngalahin harga di Indonesia.

Ohya kalau di thailand jangan kaget dan marah ke pihak hotel ya kalau ada ribut-ribut suara dari luar. Di kota besar seperti bangkok, apalagi di jalan besar sukhumvit (kalau di jakarta tuh Jl. Sudirman), memang kehidupan malamnya sangat ramai. Kami memang kurang tertarik dengan hiburan malam, tapi suara ribut dan kemcetan dari luar terdengar sampai pagi. Untungnya badan ini sudah lelah, jadi ya tetep aja bisa tidur. Beberapa turis juga baru pulang dini hari, terdengar suara pintu dak duk. hehe yah maklumin saja.. menurutku, pihak hotel sudah sangat sopan dan sudah memberikan pelayanan yang terbaik.