Friday, February 21, 2014

Berbagi pengalaman tentang bazaar part 2

Masih inget dong ya dengan postingku soal berbagi-pengalaman-tentang-bazaar-part-1 hehe, uda lama banget ingin berbagi part ke dua tapi dari sejak bazaar sampai saat ini orderku tiada habis-habisnya, puji syukur pada Tuhan :) Nah pagi-pagi gini, cuaca mendung dan barusan selesaiin 1 set sovenir, rasanya pengen ngeblog. 

Pengalaman Bazaar kemaren, seperti yang kuinfo ya.. bazaarnya bukan di "pasar craft" tapi di perkantoran, yaitu di Plaza Bapindo. Tentu tantangannya akan berbeda, karena kemungkinan besar pengunjungnya tidak melulu pecinta craft justru kebanyakan adalah Ibu-ibu dan Bapak-bapak perkantoran.

#Curcol bentar..:P selama 4 hari bazaar di perkantoran, diriku harus nebeng suami ke Jakarta dan sedikit naik bus trans Jakarta di Jl. Jend. Sudirman, hehe..benar-benar nostalgia..sudah sejak 2011 saya meninggalkan bangku kantor, serasa 3 tahun meninggalkan hiruk pikuk Jakarta, jalan kaki di trotoar sambil menghirup polutan, ditambah bumbu melihat sampah di atas atap busway (heran..kog sampahnya sama ya, kebanyakan kemasan susu UHT & botol aqua) ya sudahlah..dulu mungkin agak cuek, tapi sejak jadi crafter melihat sampah itu seperti melihat bangkai tikus rasanya..(manusia macam apa yang membuang bangkai tikus sembarangan). Hm..tapi ada perbedaan lho, selama 3 tahun gak naik si bus trans, nampaknya manusia-manusia di Jakarta ada kemajuan, yaitu memisahkan diri antara laki-laki dan perempuan, tidak dorong-dorongan, entah si bus Trans ini serasa lebih nyaman digunakan (dengan catatan waktu itu saya berangkat pagi pukul 6.15) : P

Ok. Kembali ke Bazaar..

Day - 1
Hari pertama saya hadir, setelah menunggu booth dibuka karena saya kepagian 2 jam (soalnya kalau siangan 5 menit akan kena macet) saya dan teman-teman (ber-4)yang sudah datang, mencoba mengatur booth, ada 1 meja yang sudah dilapisi kain hitam dan beberapa kursi untuk menunggu. Meja kami lapisi dengan kain Tutu berwarna pink agar menarik perhatian, semua produk diletakkan di atas 1 meja dan ditata serapi mungkin sesuai pengelompokan produk para crafter dan semuat mungkin beserta kotak-kotak kartu nama + 1 rak bambu tas asal jogja bathikita di sebelah kanan , dan 1 bagian tiang yang digantungi dengan berbagai tas zippernya mbak Riri. 
Display Day 1
Posisi kami di hook, dan meja diatur di belakang, berharap pembeli akan masuk ke dalam booth dan melihat-lihat kreasi kami, di samping itu sampai tiba jam makan siang..hasilnya tidak ada seorang pun yang masuk ke booth kami :D hahaha..di samping itu karena ini seperti kopdar yang tidak pernah jumpa sebelumnya, kami para crafter malah asyik ngobrol sendiri..dan nyambung loh hihi..gak laku gpp yg penting happy, loh? akhirnya kami tersadar. :D lalu pukul 1 siang, meja booth kami letakkan di bagian depan booth dengan display yang sama. Hasilnya ada 1-2 orang yang melihat, ya 1 - 2 orang T T.. hari itu saya pulang dengan sedikit patah hati, kog bisa ya..di online banyak sekali peminat handycraft tetapi hari itu maksimum 2 orang yang melihat produk kami, dan hanya melihat..tidak membeli, sepanjang perjalanan pulang ke rumah saya berpikir apa yang salah dengan kami? disamping sebagai penjual, saya juga mencoba berpikir sebagai karyawan perkantoran.. dan inilah hasil pemikiran saya:
1. Hari pertama, orang hanya akan melihat-lihat ingin barang apa sambil menimbang-nimbang, baru keesokan harinya akan kembali untuk membeli setelah membulatkan tekad, karena letak bazaar itu satu gedung dengan mereka. Tapi hari itu hanya 2 orang yang melihat :{ baiklah..hari kedua adalah saatnya banyak orang melihat booth kami, toh masih ada hari ke 3 & ke 4. Masih ada harapan :)
2. Karena terlalu senang jumpa teman crafter, kami ngobrol sendiri. Hari kedua harus ngobrol dengan pengunjung, ini bukan berarti bilang "bole kakak.." seperti yang di pasar pagi/mangga dua, terus terang teknik pemasaran seperti itu membuat pembeli seperti saya kabur kalau saya tidak perlu-perlu amat. jadi saya harus memasarkan semua produk dengan cara yang lebih berkualitas. misalnya: Mari Bu/Pak, Silahkan.. kami dari Ibu-Ibu Hobi Craft dari berbagai daerah, ini produk-produk kerajinan kita. dan sejenis itu, ini saya rasa lebih terpelajar ya.. hehe.
3. Penataan Booth harus sesuai market. Di hari ke 1, saya melihat booth-booth yang ramai adalah booth-booth yang menjual pakaian secara Sale alias yang ditumpuk-tumpuk, terlihat sedikit tumpah ruah.. sedangkan booth kami tampak terlalu rapi sepertinya, ditambah kami masih seperti "bergolong-golongan" dan ada 1 space pada bagian ujung yang tampak melompong. artinya di hari kedua..kami harus MAKE OVER!

Day - 2 
Pada hari pertama sore, akhirnya mbak Ebta hadir dengan syal-syal rajutnya..beserta hanger displaynya kami lega, Yes..produk kami makin lengkap ^ ^ pagi itu saya mencoba mengubah tampilan booth (karena datangnya kepagian)
1. Produk-produk lebih disebar, berkesan sedikit acak. saya membuat gantungan-gantungan darurat dari tali kur (enak juga pakai tali kur, selain kuat, setelah disimpul bisa dicopot lagi dengan mudah ~wah jadi salah satu tips nih daripada beli cantelan yang dari besi itu berat kan :D ), tas-tas zipper yang tadinya ngumpul, digantung-gantung dan dikelompokkan berdasarkan harga, misalnya 25ribu, 50ribu, dst.. lalu tas-tas berbahan natural kita juga sama, selain itu beberapa tas yang feminim digantungkan bersama shawl/rompi2 rajut. Matching! (yang jual jadi pengen beli juga) hihi. Bross-bross cantik dengan harga seharga kami kumpulkan jadi satu di kotak hantaran nikah yang dibawa mbak Windy

2. dan.. ditulis besar-besar harganya, misalnya "Rp. 10.000", "Start from Rp. 50.000", tulis juga besar-besar pada setiap bagian (view) "SALE". Dengan melihat kisaran harga, pembeli akan berminat karena kadang saya juga sebagai pembeli lebih suka melihat "ah..harganya segitu, sesuai kantong deh.." dan saya akan memutuskan untuk melihat produknya lebih detail. 

3. Kemasan, menurut crafter/penjual..kemasan sangat berpengaruh, memang iya..tapi untuk bazaar ada pengecualian, nampaknya pembeli lebih suka produk-produk handicraft ini dipamerkan tanpa kemasan, selain mudah dilihat, diperiksa kualitasnya, pembeli juga lebih mudah mencoba, karena itu berbagai kalung, gelang, bross.. yang tadinya dikemas rapi kami copoti kemasannya (tapi harga tetap menempel) jadi kami dan pembeli dengan mudah melihat berapa harganya. 

*foto nggak sempat diambil..hehe..tp ada di hari ke 4, produk sudah tinggal sedikit

4. Membuat ornamen yang membuat orang bertanya, <ini nggak harus sih>..walaupun tulisan Ibu-Ibu Hobi Crafts ada di bagian atas booth, tapi orang akan tidak akan terlalu melihat ke atas, jadi saya membuat semacam flags dari kertas kado bekas dan menulis "Ibu-Ibu Hobi Craft", tulisan ini cukup menarik pembeli..setiap mereka lihat..kami mencoba menyampaikan pada pembeli "Bu lihat deh..kita itu Ibu-ibu yang hobi ngecraft.. dan hasil craft kami keren" hehe..PD boleh dong ya. 



5. Membagi kartu nama sebanyak-banyaknya (tebar pesona melalui kartu nama ini penting juga lho) hihihi..

Hari ke-2 sungguh menyenangkan, sekalipun lelah menganalisa, menata, berbicara dengan pembeli, hari itu banyak pengunjung kami..tidak henti-hentinya orang melihat-lihat, bertanya-tanya dan membeli sampai pukul 3 sore dan kami pulang..suara cukup habis..menyenangkan sekali menjelaskan detil setiap produk hehe walaupun produk orang lain. untunglah sering gagal fokus..haha coba jenis craft sana-sini :P jadi kalau ditanya wire, crochet, knitting, jenis benang, clay, jahit2..dsb.. little2 sih I can. :D berjuang untuk day - 3

Day - 3, 
Hari ketiga..badan cukup lemas haha..mulai capek. tapi hari ke tiga juga ramai pembeli, lumayan juga..banyak produk yang terjual. Sepulang dari day-3 ini, hujan deras melanda (kehujanan dong saya, mbak Riri dan mbak Windy)..akhirnya saya mengalami penyakit semilyar umat, yaitu masuk angin..kepala pusing perut mual haha..masih ada hari esok. Sore itu segera beres-beres, makan yan banyak, minum obat & vitamin, istirahat..puji Tuhan keesokan harinya uda enakan.



Day - 4. Pagi hari, kami sempat narsis lho (fotonya kubuat sedikit kuno biar memorial banget)
Day 4 - in The morning Mbak Riri Zippirily yang serba zipper, Saya KuroHouseofCraft, Mbak Yanti Bathikita Nature Bag dan Mbak Windy the wedding EO & make up


hari ke empat semua crafter harus kumpul, untuk membereskan sisa produk paling lambat pk. 14.30 (gak mau kena macet). Karena kami mau pulang sebisa mungkin dengan tangan hampa (alias laku) akhirnya..kami memutuskan melakukan SALE besar-besaran. haha..alias diskon 10% (hehe crafter pelit) tp laku lho..& pembeli mendapat kesempatan mendapat door prize, masing-masing dari kami merelakan minimal 1 produk untuk dijadikan doorprize :P jadi kami menamakan doorprize ini "Free Doorprize" doorprize yang tanpa "silahkan coba lagi" alias semua pasti dapat "



Dan inilah foto narsis kami berlima setelah beres-beres booth , harusnya ada mbak Nia dengan gelang2nya yang cantik tapi do'i uda harus balik ke kantor siang hari :) Terimakasih teman-teman Craft'ku, walaupun sebelumnya belum pernah berjumpa tapi kalian adalah orang-orang yang hangat, inspiratif, kreatif, kompak....ah pokoke keren :) semoga kita bisa ketemu lagi di event-event/ bazaar selanjutnya. 

Mbak Ebta yang jago crochet & knitting, Mbak Riri Zippirily yang serba zipper, Saya KuroHouseofCraft, Mbak Yanti Bathikita Nature Bag dan Mbak Windy the wedding EO & make up







6 comments:

  1. mba ika, ini niih yg aku perlu.. pengalamannya dishare
    makasih ya mba.. inspiring

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sama2 mbak Ummi Ika :) namanya sama nih. hehe..semoga bermanfaat ^ ^

      Delete
  2. diphoto terakhir, Mbak Ika Shop Kuro Shop yang mana yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pipinya paling chabi dan paling sipit tentunya :D wkwk

      Delete
  3. seneng ketemu mb Ika, banyak ilmu yg didapat di bazaar kmrn :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. senang bgt juga bazar bareng mbak Yanti. sukaaa.. byk jga ilmunya.. dan terutama penggunaan bahan2 craft made in Indonesia :)

      Delete