Monday, June 18, 2018

Persiapan liburan ke Jepang, beli tiket dan urus visa

Karena tujuan blogku yang soal Jepang kali ini untuk pembaca Indonesia, jadi kutulis dalam bahasa Indonesia sehari-hari ya. Liburan kali ini akan kuceritakan mulai dari persiapannya, itinerary atau rencana perjalanannya dan apa saja yang kudapat dari sana. Tulisannya akan kubagi menjadi beberapa post ya, jadi maaf kalau kepanjangan tapi semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua.

karya polymer clay pendan "Princess Shirahoshi - One Piece) KurohouseofCraft di  lake Fuji kawaguchiko, Jepang

Jepang, hampir semua orang yang masa kecilnya nonton doraemon, dragon ball, pembaca komik, yang suka nonton anime, dorama, film-film garapan Studio Ghibli, dengerin musik-musik J-Rock, sampai jadi korban iklan traveling ala Jepang, dsb pasti punya keinginan ke Jepang dengan kesukaannya masing-masing. Tanpa kita sadari, sekalipun Indonesia pernah dijajah Jepang, tidak ada rasa dendam terhadap negara ini, banyak sekali budaya dan aneka produk Jepang yang masuk ke Indonesia dan disukai masyarakat Indonesia, termasuk saya. Berharap banget deh antar suku dan agama di Indonesia bisa punya hubungan seperti Indonesia - Jepang. Saling menjaga dan melestarikan alam dan budaya kita.

Ada banyak hal yang saya sukai dari Jepang, yaitu arts & crafts (kesenian dan kerajinannya), keteraturannya, manner (kesopanan), kebersihan & kerapihannya, cemilan dan masih banyak lagi. hihi. Setelah menikah berapa tahun, saya dan suami baru sadar, ini pertama kalinya kami berpergian bersama ke luar negeri, sebelumnya sendiri-sendiri terus urusan pekerjaan dan pekerjaan. Pas suamiku juga suka hal yang sama.
Jadi yang sudah menikah dan belum pernah honeymoon ke luar negeri atau ke tempat yang kita inginkan, sabar aja ya :) berdoa dan sambil berusaha, menabung juga tentunya.

Jadi tujuanku yang utama adalah liburan sama suami dan berikut ini: arts & crafts (kesenian dan kerajinannya), keteraturannya, manner (kesopanan), kebersihan & kerapihannya & cemilan tentunya. Art & Craft yang kucari tentunya untuk meningkatkan kualitas handmade yang saya (KuroHouseofCraft) produksi dan tentunya jadi inspirasi nanti. Nanti juga kuceritakan deh di post yang lain bagaimana perasaaanku waktu melihat dummy food buatan jepang.

Waktu itu ada promo Air Asia ke Jepang, sebenernya tahun lalu sudah mau beli tapi masih mikir-mikir kerjaan, baiklah kerjaan puji Tuhan tiada habisnya, jadi ya sudah lah tahun ini pergi aja deh. Akhirnya kami klik beli tiket yang promo alias low fare alias paling murah itu, dengan nambah 1 bagasi saja, Jakarta (CGK) - Tokyo (Narita). Karena air asia itu memang murah tapi tanpa makan, minum, dan tanpa bagasi ataupun asuransi. Khusus bagasi, kami tambah karena nanti pasti kan bawa pulang hasil belanja di sana. Makan dan minum, makan bisa bawa bekal roti dan minum bisa bawa botol kosong, di terminal 3 Soekarno Hatta ada keran air khusus untuk bisa isi air minum di dekat gate boarding. Asuransi gimana? Saya tidak pilih karena sudah punya asuransi sendiri yang mengcover, jadi kalau ada yang tidak punya pilih aja juga nggak apa-apa. Tentunya ada biaya tambahan. Nah tiket total kami adalah -+ 5.600.000 rupiah untuk berdua pulang pergi, yang kami beli 3 bulan sebelum hari H. Kami memilih awal Juni tanpa berpikir di sana lagi musim apa, tapi karena di Indonesia mendekati lebaran, sebelum tempat wisata terlalu ramai, kami pergi duluan deh. hehe biar sepi. FIX tiket sudah dibeli berangkat tanggal 1 Juni malam, pulangnya 10 Juni siang. Ohya, kalau anda beli tiket promo air asia, kemungkinan besar lokasi tempat duduk, nggak peduli suami istri akan didudukan terpisah, tujuannya supaya jika ingin berdekatan, kita harus bayar lagi, namanya juga tiket murah hehe. Nanti waktu duduk di pesawat, kita bisa bertukar tempat duduk kalau orang yang duduk di sebelah suami/istri kita mau bertukar. Jadi jangan high expectation ya, anggap saja naik kereta ekonomi. Hanya saja, manner kita harus high, menjaga kebersihan pesawat, pasang sabuk seatbelt ketika lampu dinyalakan, jangan menyalakan elektronik sesuai anjuran awak kabin.

Selain tiket dan passpor tentunya, untuk ke Jepang kita harus mengajukan VISA. Bagi pemegang e-passpor silahkan baca keterangan lengkap di sini . Dan untuk yang punya passpor biasa seperti saya, baca di sini (budayakan membaca dengan teliti ya) Karena saya & suami wisata dengan biaya sendiri dan kami menganggap di sana tidak ada kenalan siapapun (ada sih tapi nggak enak ngerepotin orang) jadi kami pilih yang ini 
Keterangan sudah sangat lengkap di sana, diurutin aja dan disusun dengan rapi. Untuk Foto VISA kami foto sendiri (profesional) dengan ukuran dan persyaratan yang di minta, kalau tidak yakin dengan hasil foto sendiri silahkan ke studio foto.
Penyusunan visa ini adalah masing-masing orang ya, jadi suami sendiri, istri sendiri, dokumennya tinggal dicopy aja dari yang kepala keluarga termasuk keuangan. (lengkapnya ku-paste-in di bawah ini) Salah satu yang terpenting dalam mengajukan visa adalah detail Itinerary, buatlah yang masuk akal kita tempuh dan bukti booking hotel/tempat menginap selama di sana.


"Harap membaca Informasi Visa sebelum mengajukan permohonan Visa


Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa
Paspor.
Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:
Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
* Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).
Perhatian:
* Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket.
* Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut).
Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia.
Pemohon adalah karyawan BUMN.
Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang.
Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang.
Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah.
Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta.
* Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang.
* Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali."

Nah sekarang saatnya menyusun Itinerary atau rencana perjalanan. Di facebook, ada salah satu group yang sangat membantu kita untuk bertanya, membaca dan merencanakan perjalanan kita ke Jepang. Groupnya ini GLOBE TRAVELLERS - GT : JAPAN & ASIA & GLOBAL TRAVELLER INDONESIA saran saya, baca-baca dulu banyakin, kumpulkan informasi, nah kalau sudah mentok banget baru bertanya. Menurutku menyusun Itinerary ini yang paling memusingkan awalnya, karena harus mencocokkan dengan transportasi, penginapan dan keinginan kita yang serakah. Jujur, ada banyak hal yang menarik dan tempat yang indah di sana, bikin galau pengen dikunjungi semuanya tapi apa daya kantong dan badan terbatas. Thanks God, artinya kita nggak boleh serakah dan mendapatkan segalanya dengan mudah karena nanti ujungnya jadi manusia yang sombong. Jadi yuk rencanakan sesuai dengan kemampuan kita.

Pertama, tulis anda ingin ke mana saja dan pilih mode transportasi selama di Jepang.

Bagi yang ingin berpindah-pindah kota, pilih aja JRPASS detil dan harganya ada di link tersebut. Dengan JR Pass, turis bisa berpergian keluar kota menggunakan kereta Shinkansen (kecuali Nozomi dan Mizuho) baca aja di link yang kukasih tadi ya. JRPass ada masanya, 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Dihitung mulai dari hari pertama kita menggunakannya. JR Pass memang tergolong mahal, tapi kalau dibandingkan dengan ongkos berpergian keluar kota, lebih dari 2-3 kota di Jepang, JRpass tergolong murah tergantung area mana yang kita tuju.

JRPass bisa dibeli di mana dan kapan? Nah kadang ada lho yang jual JRPass yang harganya agak miring alias diskon, saya beli di kenikuratour lewat tokopedia. Jadi sebelum beli cari-cari aja agen tour terpercaya, dalam membeli JRPass tetap membutuhkan passpor dan visa ya, jadi JRpass ini dibeli setelah visa sudah disetujui. Untuk kami, total biaya JRpass yang kami beli adalah tujuh juta rupiah dan dibeli 1 bulan sebelumnya. 

Jepang, juga menyediakan aneka pass lainnya, seperti Tokyo wide pass dan sebagainya. Tokyo Wide Pass itu istimewanya bisa mengcover sampai ke lake kawaguchiko, sedangkan JR pass tidak. Jadi baca baik-baik dulu ya.

Saya sendiri akhirnya memutuskan memakai JRPass karena mendarat di Narita, ke Tokyo, lalu ke Kyoto, Nagashima (Kuwana), Nagoya, lanjut lagi ke Tokyo, Tokyo ke lake kawaguchiko (ada tambahan biaya khusus) dan ke Tokyo lagi. 

Di Tokyo sendiri JRpass mencakup kereta  yamanote line , sedangkan di dalam kota seperti di Kyoto, dan lainnya kita harus menggunakan mode transportasi dalam kota, contohnya seperti di Kyoto ada one day bus pass atau two days bus pass yang bisa kita beli di bagian tourist information di stasiun. 
Ohya download aja japan Official Travel app di android untuk mengatur moda transportasi buat selama di Jepang, menurutku lebih oke daripada hyperdia.com (hyperdia ini juga membantu sih saat penyusunan itinerary)

Untuk pembayaran transportasi dan lainnya, Jepang memiliki beberapa IC card (kalau disini BCA flash), namanya suica dan pasmo. saya sendiri beli suica di JR office senilai 5000 yen per orang yang otomatis terpotong saldonya ketika menggunakan mode transportasi seperi tokyo metro. Sekali naik berkisar -+ 200 Yen untuk jarak dekat.

Itulah hebatnya Jepang, transportasinya benar-benar terintregasi baik bagi penduduk lokal dan turisnya (colek menteri Pariwisata Indonesia #kementrianpariwisataindonesia, contoh dong Pak/Bu, Indonesia lebih indah mestinya)

ohya nanti akan kuinfo gimana pemakaian JRPASS ini ya. yang penting urus VISA dulu dan persiapannya.

Pilih kota dan tempat yang dituju, jujur saking banyaknya, hingga hampir 1 bulan sebelumnya saya belum tau mau ke mana. Mana lagi di Jepang awal Juni adalah awal summer, sakura sudah tidak ada namun tetap banyak hal indah di sana. hihi

Dengan membaca aneka bahasan di group Global Travelers, japan-guide.comvisitacity.com, dsb akhirnya kami memutuskan untuk menikmati garden & shrine yang ditata dengan indah dengan pasir yang bersih, bonsai dan kolam koinya, aneka bunga Hydrangea dan mawar (yang tadinya kupikir cuma adanya itu, di Indonesia juga ada tapi wow nanti deh kuceritakan), foto dengan background gunung fuji, pusat kerajinan dan seni di sana juga beberapa museum yang tidak terlalu mahal dan 1 museum spesial yaitu Studio Ghibli Museum yang beli tiketnya harus satu bulan sebelumnya. Apakah semuanya bisa tercapai? Tunggu ceritaku berikutnya.

Intinya dalam menyusun itinerary, perkirakan waktu istirahat kita, lamanya berjalan kaki, lamanya kereta dan bus, waktu makan dan berjalan-jalan, jangan sampai liburan menjadi grasa-grusu dan tidak bisa dinikmati. Perkiraanku dalam 1 hari, kira-kira kita hanya bisa menempuh 2, maksimal 3 tempat wisata di satu kota. Kalau lebih berarti kaki anda sangat kuat.

Pilihlah hotel yang terdekat dengan stasiun atau dekat dengan tujuan wisata yang akan kita kunjungi. Hotel, kebanyakan kubeli di traveloka, ada yang bisa dibooking dulu dan free cancelation seandainya ada perubahan rencana (ada batas tanggalnya)  juga ada yang kubeli di booking.com. Di traveloka ada juga pilihan yang flight dan hotel, itu biasanya lebih murah. Tapi karena saya berpindah-pindah kota, jadi pilih yang hotel saja. Setelah booking hotel nah susun deh itinerary di pengajuan visa kita. Dalam pengajuan visa, copy booking hotel ini harus diprint dan disertakan. Jadi mau copy aja itinerary orang gampang? BIG NO. karena apa yang ingin kita kunjungi dan orang lain kunjungi tentu berbeda dan promosi harga hotelnya tentu beda pula, jadi ya ini sekedar contoh saja. Karena saya pun mengalami perubahan beberapa destinasi wisata pada realitanya dikarenakan gempornya kaki dan keterbatasan waktu. 
Hotel yang kami pilih, rata-rata sudah standard, kalaupun yang kamar mandinya terpisah dengan kamar itu nyaman dan sangat bersih jadi tidak masalah. Jadi budget rata-rata adalah 1 juta, bisa kurang bisa lebih. Total kurang lebih 10juta rupiah untuk 2 orang. Karena kupilih yang misalnya seharian banget jalan-jalan, ya nggak perlu hotel yang bisa lihat view misalnya, yang penting dekat stasiun dan ratenya bagus. kalau di kawaguchiko ya pemandangan bagiku penting  buat cuci mata, jadi pilih hotel yang pas di kantong tapi lumayan viewnya. 

Akhirnya visa pun diapprove sesuai jadwal, untuk pengajuan visa, masing-masing orang dikenai biaya berikut ini tergantung jenis visanya --> biaya visa untuk saya, yang single entry berarti 525ribu per orang. jadi total 1050.000 rupiah untuk suami istri



Bagaimana dengan persiapan baju? 
Karena saya berpergian ke Jepang awal Juni, di sana adalah akhir musim semi (Spring) dan awal musim panas (awal summer). Pakaian tidak jadi masalah, karena cuaca di sana hampir sama dengan di Indonesia bagian pegunungan, enak gitu adem-adem sejuk angin bertiup. Silahkan ke accuweather untuk melihat berapa derajat detilnya di setiap kota. Kurang lebih kisarannya 17-28 C, sejuk. Jadi, pakaian pilih aja yang adem-adem bahannya, tipis tapi sopan, supaya bawaan nggak banyak. Siapkan jaket untuk malam hari karena suhu bisa menjadi 14-17 C, atau di daerah Mt Fuji bisa 11-14 C. Untuk baju, sebenernya tidak perlu bawa-bawa banyak, karena di sana pun ada banyak laundry koin dan karena udara sejuk, badan kita nggak terlalu bau lho kecuali memang dari sononya hihi.

Payung perlukah? Di Jepang, kalau hujan itu bisa seharian nggak berhenti, siapkan rain coat atau payung per orang. Jangan terlalu berharap keromantisan satu payung berdua yang kualami, karena tas dan punggung kita bisa basah terus kena hembusan angin..werrr anginnya gede dan dingin. :D 

Sunblock, karena ini awal summer panas matahari kadang bisa menyengat walaupun anginnya adem. Jadi pilih sunblock yang SPFnya tinggi ya, ini juga tanganku agak gosong jadinya. Bukan karena takut item, tapi karena takut nanti kulitku jadi tidak sehat kena paparan UV.

Counterpain dan koyo? Perlu bagi seumuranku, kaki dan lutut ini mulai melemah, mana jarang jalan kan di Indonesia. Jadi ya setelah jalan seharian, diperlukan koyo/ counterpain supaya sendi-sendi dan otot jadi hangat dan besok paginya ada tenaga lagi buat jalan.

Sepatu? Siapkan sepatu yang nyaman dipakai, kaos kaki juga kalau bisa ganti tiap hari, karena banyak jalan, kaki kita bisa berkeringat dan menimbulkan bau. Jangan berharap bisa pakai high heels kalau mau jalan-jalan, atau kakimu akan sangat kaku-kaku :D eh tapi di sana saya melihat ada lho yang pakai high heels lari-lari mengejar kereta, yah kuakui dia hebat tapi saya tidak, saya pilih aman aja, pilih sepatu sneakers aja. Sandal? menurutku sandal juga kurang cocok, kalaupun mau beli ada sandal jepit di lawson 100 ya. murah cuma 100 Yen alias 13ribu saja.


Backpacker atau pakai tas yang beroda? Bagi yang dengkul dan punggungnya kuat jalan berkilo-kilo meter backpacker alias bawa baju bawaan seminggu selama perjalanan, tidak menjadi masalah tapi tidak kusarankan. Bawa saja tas yang ada rodanya, kecil, praktis dan mudah dijinjing, sebisanya mampir hotel dulu dan ditinggal. Jadi waktu jalan, kita nggak kehabisan tenaga karena bawa-bawa beban berat.

Peralatan lain seperti handuk, dll perlukah? itu tergantung di mana hotel anda menginap. 

Kamera? ke Jepang ya rugi kalau tidak foto-foto, saya sendiri bawa dua kamera DLSR (suami istri yang demen foto) juga kamera HP pasti lah. Ohya di sana apakah perlu tongsis? itu suka-suka, saya pribadi enggak, eh dan pas di sana jarang kulihat ada orang foto selfie pake tongsis. Drone apakah perlu? saya tidak, lagipula di sana banyak larangan menggunakan drone, dan dendanya cukup besar. Tripod? saya hanya bawa tripod kecil, tripod besar pun di sana juga ada beberapa tempat kulihat banyak larangannya. Jadi Tripod, iya bisa dipakai tapi cari-cari dulu deh spot yang boleh. Jadi kalau mau bawa, silahkan saja suka-suka hanya perhatikan beban bawaan dan di mana pemakaiannya.

Uang bawa berapa? waktu berangkat saya tukar di money changer sekitar 30ribu Yen, sisanya di sana ada banyak atm yang bisa menarik saldo menggunakan BCA langsung diconvert ke YEN dari rupiah, dan biaya adminnya Rp.25ribu. Jepang adalah negara dengan banyak menggunaan uang cash, receh itu masih dihargai banget, jadi siapkan dompet koin juga yang kalau bisa ada sekat-sekatnya buat 100 Yen, 50 Yen, 10 yen, 1 yen dan 5 sen. Karena pada saat kita membeli barang, kita lebih baik menghitung dulu totalnya berapa dan langsung siap bayar di kasir, itu untuk membantu kerjanya kasir dan nggak bikin orang di belakang kita nungguin kita mikir memilah koin-koin yang bercampur.
Kenapa sih harus gitu? nyantai aja kali? di sana, pekerja-pekerjanya sangat menghargai waktu, karena keterlambatan kita bisa menyebabkan orang lain misal ketinggalan kereta. Yuk coba kita terapkan di sini juga.

Makanan? cemilan seperti cookies, permen sedikit boleh lah buat di pesawat, seperti yang kuceritain tadi di air asia tidak ada makanan apapun, bahkan setetes air. Kalau mau beli boleh, bekal juga boleh. Bagi saya non-muslim, tidak perlu repot memang karena beli makanan apa aja di sana juga ada, mau cemilan atau makanan berat. kalau yang muslim yah pasti ada aturannya tersendiri, so far halal food di jepang juga ada aja kog. Jadi menurutku nggak usa sampe bawa-bawa beras dan ricecooker sendiri, nggak ada waktu juga. kecuali yang mau hemat-mat..
Ohya biaya makan di sana, perkiraanku untuk manusia normal yang nggak serakah mau semuanya dimakan adalah maksimum bisa 1500-1800 Yen per orang atau lebih hemat lagi. Itu udah kenyang, bisa cobain makanan nggak murah-murah amat/ ngirit, bisa minum dan ngemil. Pagi-pagi, sarapan aja di Lawson/family mart, makan onigiri/ menu lain senilai 100-300 Yen, siang beli bento yang seharga 300-600 Yen, kalau makannya agak telat bisa ada juga discount komplit bento cuma 550 Yen (ada di basement perkantoran/stasiun/mall seperti daimaru). Malamnya, boleh makan ramen seharga 550-900/1000 Yen. Jadi sesuaikan aja, misal 1 hari bisa hemat cuma 600 Yen, hari lainnya bisa pesan sashimi yang dibuat chef secara khusus seharga 2200 Yen. 

Oleh-oleh buat temen di Jepang? yah, saya tadinya mau bawain oleh-oleh buat orang yang kukenal di sana, temen gereja. Bawain kopi bubuk asli sini. Memang benar kubawa, dan boleh kog. Tapi sampe sana nggak sempat ketemu, Jadinya kopinya kukasi pemilik hotel hehe. Jadi sebenernya bawa sesuatu dari Indonesia ke sana boleh, asal jangan yang aneh-aneh kayak durian kupas, tape cirebon, dan sejenisnya (apalagi benda-benda terlarang). Kalau mereka pengen tape cirebon/ gule kambing, yah suruh datang ke Indonesia yah. hihi

Manner & Attitude? Kesopanan dan tingkah laku juga perlu kita siapkan, jangan sampai begini: "Uang ada, tiket, hotel, visa sudah punya tapi kesopanan tidak punya" Anda akan menjadi pribadi yang sia-sia. Sebenarnya ini nggak cuma di Jepang, harusnya di Indonesia juga perlu. Tapi khususnya ketika ke sana, kita tentu membawa nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, biasakan membaca dan menaati aturan-aturan di sana, misalnya buanglah tissue toilet di closet/ wc, dan di-flush. di sana tissue bisa larut ke dalam air, jadi tidak masalah. Daripada membuangnya di tempat sampah yang ada di toilet, pekerja di sana rata-rata sudah tua apalagi, bayangkan kasihan mereka karena harus memilah-milah lagi kotoran manusia. Bawalah kantong sampah ke mana-mana, lalu buang pada tempatnya sesuai plastik, kertas, botol dan lainnya secara terpisah sesuai petunjuk. Jangan biarkan anak-anak dan anda makan dan remah-remahnya berjatuhan di manapun. Budayakan antri , jangan sembarangan merokok, dsb. Jika anda belum siap menjaga manner, lebih baik berlatih dulu, pelajari, pupuk bertahun-tahun sampai menjadi kebiasaan anda dan keluarga, jangan buru-buru ke luar negeri bahkan keluar rumah/ kamar anda jika anda tidak mau menjaga kebersihan, kesopanan, dsb daripada memalukan nama baik negara (ini saran pribadi dari saya, dan ini saya ucapkan dengan serius), maaf sampai seserius ini karena dalam perjalanan pulang, sampai pesawat mendarat, banyak sekali kotoran remahan makanan, bungkus, tissue ditinggalkan di bangku dan lantai pesawat oleh orang-orang Indonesia, entah bagaimana kelakuan mereka ketika jalan-jalan di sana?

Jadi berapa total biaya berdua yang diperlukan selama di sana sampai pulang? saya dan suami membutuhkan biaya kurang dari 30 juta rupiah, itu sudah cukup dan lebih buat kami, juga bisa bawa oleh-oleh dengan low budget. Karena bagi saya dan suami, yang terlalu penting bukan barang-barang branded tapi refreshing keteraturan dan kesegaran udara dari keruwetan kemacetan, ketidaktertiban, debu bertebaran dan polusi di Jakarta dan sekitarnya.

Ok. Itu aja sih persiapan ke Jepang untuk awal musim panas (early summer). Semoga berguna buat yang ingin ke sana.

Next post tunggu ya, harus bersih-bersih rumah dulu yang debunya ampunnnnn

salam kreatif, 

KuroHouseofCraft