Thursday, September 25, 2014

Tips Memulai Belajar Seni Clay versiku (KuroHouseofCraft)

Beberapa bulan ini saya banyak berkecimpung di seni clay. ok sebutan ini bahasa Indonesianya apa ya? (*bingung) untuk memudahkan akan kusebut "ngeclay". Karena banyak yang bertanya bagaimana memulai belajar ngeclay? akan kubagi pengalamanku di sini.

Sebelum mencoba, kita harus tahu apa itu clay. Silahkan baca di sini Clay menurut Wikipedia. Menurutku clay adalah materi yang terdiri dari butiran-butiran kecil, lengket dan bisa dibentuk menjadi bentuk yang kita inginkan. Bahan-bahan clay bermacam-macam dan banyak sekali jenisnya. Bingung? hihi memang hal ini yang pertama kali membuatku penasaran. Karena itu kucoba setiap merk yang kutemui dan mudah dibeli baik online maupun offline, dan juga yang bisa kubuat sendiri. ok kumulai saja ya 

Untuk kerajinan tangan, clay yang kita maksud tentunya adalah clay yang bisa mengeras, awet dan tahan lama. Ini bukan jenis clay "malam/lilin/playdough" yang biasanya dibuat mainan anak-anak. Ok, sebelum lebih jauh melanjutkan bicara soal belajar clay, ada syarat dulu yang  harus dipenuhi:

1. Harus punya niat dan minat untuk belajar. Alias.. tidak boleh malas dan mau mengeluarkan usaha/waktu dan biaya tentunya.
2. Karena segmentasi clay itu luas, tentukan dulu apa yang "pertama kali" mau kita buat. Misalnya: Replika kah? Perhiasan kah? Miniatur? figurine? dsb. 
3. Jangan Menyerah hanya karena merasa gagal setelah mencoba 1 jenis bahan clay dan hanya mencoba beberapa kali. 
4. Jangan bosen baca tulisanku yang panjang ceritanya ini..^ ^v *peace

Setelah 3 (+1) hal di atas dipenuhi..yuk melihat.. 

Bahan-bahan clay. 

Berdasarkan proses pengeringannya ada 2 jenis clay, yaitu air dry clay (cukup dianginkan) dan oven baked clay yang lebih dikenal dengan polimer clay (berbagai merk Fimo, Sculpey, Kato, Lyra). Ups.. tapi jangan berpikir, ah pilih yang airdry saja kalau gitu..nggak ribet, seperti kita ketahui semua ada plus minusnya. Masing-masing clay punya sifatnya sendiri dan keunggulannya dan kadang-kadang tidak dapat saling menggantikan. 
Tapi untuk belajar..bolehlah pakai air dry clay dulu : )

Beberapa Airdry clay yang pernah saya bahas, ada di sini 

Air dry clay-review.html di sini saya membahas beberapa merk, Resix clay (impor), Amos Iclay, dan Sakura Light weight Clay. Tekstur ketiga clay yang saya coba ini berbeda-beda. Resix bertekstur sangat lembut dan hasil akhirnya seperti plastik. Amos Iclay dapat kita jumpai di toko buku seperti Gramedia, ada juga di OLshop. Sakura juga sama ada di toko buku, dan hasil akhirnya seperti sponge/steorofoam padat. 
Nah yang paling sering kita jumpai yaitu merk DAS, karena ini paling mudah ditemukan, pertama kali belajar clay saya menggunakan merk DAS di samping harganya juga cukup murah. Tapi DAS ini teksturnya mirip tanah liat (seperti adonan semen). Saya memilih DAS yang berwarna putih.
http://www.pullingers.com/Products/i/xl__das_clay.jpg

Hasil Clay DAS
Air dry lainnya yang pernah saya coba adalah Thai Clay (silahkan klik untuk keterangan lebih lengkap) dan juga clay yang dibuat sendiri, salah satunya adalah cold porcelain.
Masih banyak jenis Air Dry Clay lainnya dengan berbagai merk dan sifatnya. Lalu harus mulai dari mana ya? Saran saya pilih dulu clay yang mudah anda jumpai (offline/ online) dan yang harganya cocok di saku kita, dan setelah itu baru coba bahan lain-lainnya.

Pewarnaan dan Cat
Beberapa merk clay sudah tersedia dalam berbagai warna, contohnya Amos, jumping clay, Fimo, Sculpey, dsb tetapi ada juga beberapa merk clay yang hanya tersedia satu warna, biasanya berwarna putih. Untuk itu kita memerlukan cat sebagai pewarna.
Yang paling kurekomendasikan adalah cat akrilik, ada berbagai merk, saya sendiri memakai merk Sakura, Reeves, dan Marine. Mengapa? karena cat akrilik membantu ketahanan air pada clay, menempel pada macam-macam bahan clay, tidak mudah menggumpal/mengendap dan kemasannya bagus sehingga cat dapat tahan lama (tidak mudah kering). Kita bisa menjumpai cat-cat akrilik ini di toko alat tulis. Untuk pertamakali belajar, pilihlah warna-warna dasar yaitu putih, hitam, merah, kuning, dan biru. Dari kelima warna dasar ini kita bisa menghasilkan berbagai kombinasi warna yang kita inginkan.
Cat akrilik bisa kita campurkan langsung ke dalam adonan maupun dicat tergantung dari jenis clay yang kita gunakan. Kebanyakan saya langsung mencampur dengan adonannya, kecuali DAS saya sarankan dicat langsung dipermukaan hasil karya kita.
http://www.artland.co.id/image-product/img62-1359005737.jpg

Cat lainnya yang saya kenal adalah cat poster, cat air, cat minyak & oil pastel/crayon (disarankan untuk polimer clay), pewarna makanan, pigmen, dsb.

Kuas.
Ada cat, ada kuas tentunya. untuk pemula, pilihlah 3 macam kuas
1 buah kuas berujung runcing no. 00, 2 buah kuas no. 4 - 6 yang lembut berujung lancip. Untuk mula-mula, saya sendiri memakai merk Lyra dan Reeves.
kenapa 3 buah? kuas no.00 digunakan untuk melukis bagian-bagian yang kecil/ garis, sedangkan yang ukuran 4-6 untuk mengecat, dan yang lainnya untuk melapisi clay dengan varnish (lapisan transparan) supaya hasil karya kita lebih tahan air dan debu.
Klik di sini untuk tips-tips merawat kuas dengan benar.


Clay Tools.
Untuk pemula, tidak perlu terlalu banyak clay tools. Kita bisa menggunakan apa saja yang kita temui di rumah. Tools pertama kali yang saya gunakan adalah tusuk gigi : ), lalu jaurm pentul, kelereng, botol bekas sebagai roller, cutter dan gunting kecil. : ) Baru suatu hari saya jalan-jalan ke toko bahan kue, saya menemukan ini clay tools seperti ini yang terbuat dari plastik:




Bahan-bahan pendukung lainnya:

Air, sebagai pelarut & pembersih cat, & fungsi lainnya (tips: jangan mencampurkan air pada adonan clay, krn akan menyebabkan retak)
Body lotion dan Baby oil, digunakan pada telapak tangan & clay tools supaya tidak lengket.

Hal berikutnya adalah mencari berbagai informasi terutama tutorial-tutorial sederhana. Browsing menggunakan website seperti http://www.pinterest.com/, youtube, dan berbagai blog yang ada di Internet atau membeli buku-buku kesenian clay. 


Lalu yang terpenting adalah mencoba, tanpa mencoba tentu saja tidak ada hasil karya : )

Ohya satu lagi, silahkan bergabung di KSCI (Komunitas Seni Clay Indonesia) di sana kita bisa saling berbagi dan belajar bersama-sama soal clay. : )

ok. Selamat Berkarya ya : )








Friday, September 19, 2014

Clay Cartoon Characters

Hello my friends, lately i'm so busy and so lazy writing.. I don't  know somehow every day feel so tired, maybe there are plenty works this month that quite heavy and many activities that quite pressurize me  and seems the weather not so good, dust everywhere and I don't enjoy it.  eerrrr..stop complaining and huffftt.. start to grateful. : )

ok this morning the sun quite bright and I see my bougainvillea blooms up, Oh.. I melted.  : ) so now have good mood to write something with you.

about 2 weeks ago, while working on some craft projects someone asked me to make some 2D head cartoon characters from clay. Although I was very busy, but I can't pretend that I love cartoon so much, and make all of them make me back to precious memory when I was kid.

so this is it  : )

Brother Bear, Koda and Kenai : )
They are Brother Bear, Koda and Kenai. Two bear that love each other just like brothers. so I took their picture in my hand and one pink felt blanket (actually they only heads). Oh I imagine one day I would have two kids who love each other too.. "Sleep tight brother bears..mommy love you"

Uncle Scrooge (Paman Gober), Linguini & Remy Ratatouille, Koda, Kenai and Simba
Uncle Scrooge or Paman Gober is one of my favorites. For me he is not stingy man but he look like tough man and consider all things to minimize any risk in life. But of course seeing uncle scrooge remind me that money matter but doesn't matter compare to happiness, love and family.

Linguini and Remy
Actually I want to make Remy instead of Linguini, I knew Remy is good rat, he's funny and like to cook, but I'm really sick with any rats whatever they look alike T T (please forgive me rats in the world) so I decided to make Linguini holding his little best friend Remy. the diameter you can see 2.6 cm, so you can imagine how big Remy? the tall -+ 1 cm : D <I'm kinda crazy but yes I did it> 

for above clay cartoon head, I used Thai clay you can click to see my review. and Acrylic painting for colors. Hm.. many things I would like to share, I hope I have more time to spend writing good things to share with you friends.

God bless you. ^ ^ v





Monday, June 30, 2014

Review Thai Clay Old Formula vs New Formula

Kali ini saya akan membahas Thai Clay, entah sebutan "Thai" ini berasal dari mana tapi yang jelas Thai Clay adalah sejenis Air Dry Clay (pengeringan tanpa oven/ hanya perlu diangin-anginkan), teksturnya lembut seperti cold porcelain clay/ resix clay tapi thaiclay memiliki kelebihan yaitu lentur/elastis dan dapat ditipiskan seperti kelopak bunga. Kalau kita search menggunakan google dengan keywords thai clay, maka kita akan banyak melihat hasil karya bunga-bunga yang menyerupai aslinya.



Beberapa waktu lalu, seorang teman clay-ers menawarkan thaiclay ini kepada saya untuk membandingkan formula thai clay yang lama dan formula thai clay yang baru. Ini sedikit percobaan di laboratoriumku.. ups studio craftku :P dan berikut reviewnya (harap maklum kalau kurang rapi tulisannya ya.. :D)


A - Formula Baru vs B - Formula lama

Warna Clay A Lebih kusam, clay B tampak lebih putih, tapi keduanya bisa dibantu dengan pewarnaan jika menginginkan warna putih, atau warna lainnya.

Saat adonan clay ditarik: A berbentuk water drop tapi tidak terlalu smooth, sedangkan B smooth (lebih halus)

Saat dikeringkan: (lihat lingkaran pembanding sebelum vs sesudah), baik A maupun B sesudah kering mengecil sebesar 0,7 % (ini berarti tidak terlalu mengecil seperti cold porcelain clay)

Formula A permukaan claynya  lebih cepat mengering daripada formula lama B tapi beda kecepatan pengeringan ini tidak terlalu signifikan.

Saat dibentuk: formula A lebih kenyal dari formula lama (B)

Jika ditipiskan: formula A cukup tipis, pas untuk membuat aneka mahkota bunga, hanya saja formula B bisa menghasilkan yang lebih tipis (sedikit efek transparan)

Jika dirobek (setelah kering): formula A lebih kuat daripada formula B, dan A lebih elastis/lentur. Tapi perbedaanya juga tidak terlalu signifikan.

Jika di-sclupt: sclupt pada thai clay lebih mudah daripada sclupt pada cold porcelain clay (lihat contoh kepala boneka), hanya saja karena formula A lebih cepat mengering dan lebih kenyal sewaktu membentuk usahakan jangan terlalu lama, formula B punya sedikit nilai plus karena lebih smooth/lembut jadi lebih mudah dibentuk dan pengeringannya tidak secepat formula A. Namun setelah pengeringan, formula A akan lebih kuat dari formula B, misalnya jika jatuh atau tertekan/terlipat, formula A hasilnya lebih kuat. 

Pewarnaan: keduanya bisa menggunakan cat akrilik & cat poster dengan langsung mencampur pada adonan ataupun dicat (saya belum mencoba menggunakan pewarna makanan, cat air dan cat minyak, tapi sepertinya tidak ada masalah)

Tingkat kelengketan: menggunakan Thaiclay cukup nyaman, karena adonan claynya tidak lengket di tangan seperti cold porcelain, amos I-clay yang "very sticky" ataupun polimer clay. Tapi jika waktu menggunakan masih terasa lengket, kita bisa menggunakan sedikit body lotion sebelum menggunakan clay ini.

Ketahanan air: sama seperti air dry clay lainnya, tentu saja air dry tidak terlalu tahan air, tetapi air dry clay sejenis cold porcelain, thai clay dan sejenisnya akan cukup tahan air.. yang pertama karena hasil akhirnya menyerupai tekstur plastik yang elastis. Yang kedua kita harus melapisi dengan varnish. Varnish yang saya gunakan saat ini adalah merk Reeves baik yang matt (dof) ataupun yang glossy.

Kesimpulan: baik ThaiClay formula A maupun formula B, keduanya bisa digunakan untuk membuat aneka kreasi yang tipis seperti kelopak bunga/ daun, sejenisnya, karena perbedaanya tidak terlalu signifikan, kelebihan formula A lebih kuat dan elastis, kelebihkan formula B sedikit lebih lembut/ smooth. Tetapi keduanya bisa saling menggantikan. misal tidak ada formula A, tetap bisa pakai formula B dan sebaliknya.
ThaiClay juga bisa dibuat untuk berbagai miniatur makanan, perhiasan, dan aneka miniatur lainnya seperti figurine, chibi doll dll :)

Tetapi perlu diingat hasil sclupt thaiclay untuk pembuatan figurine/sejenisnya tidak akan sedetil I-clay Amos (air dry) dan polimer clay seperti premo atau sculpey (oven baked clay), ya masing-masing clay punya kelebihan masing-masing, penanganannya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan hasil yang diinginkan oleh masing-masing seniman.

Bagi yang mau mencoba/berkreasi dengan Thaiclay, bisa memesan di saya. Tetapi untuk sementara harus booking terlebih dahulu ya (saya kumpulkan beberapa orang dengan melakukan pembayaran terlebih dahulu) baru setelah itu saya kirim. Jika mau memesan silahkan inbox ke facebook kuroshoppu atau email kuroshoppu@gmail.com atau whatsapp ke 082110492041.


Terimakasih & selamat berkreasi :)








Wednesday, May 28, 2014

Mini Diorama Clay - The Adventure of Asterix (Asterix, Obelix and Dogmatix)

Fresh from my craft table, this is Mini Diorama Clay of Asterix, Obelix and Dogmatix. Since I was a kid I liked the adventure of Asterix comics. Obelix in particular that I think he is very strong & big but has a good heart and are also ridiculous. I did not think that one day I will be able to make their miniatures. So for this challenged I feel very happy and I really make this with my heart. :) can't wait for next challenge : D oh no I'm addicted to figurine X D





http://media-cache-ec0.pinimg.com/736x/85/c6/7c/85c67c8d22b5047707b3393a7213c14a.jpg



Indonesian wedding couple - clay cake topper



Ini adalah salah satu nimiatur clay yang kubuat april 2014 lalu untuk sepasang suami istri. :) tingginya kurang lebih 9 cm. Uniknya kali ini ada motif batik di pakaian pengantin dan saya belum pernah membuat motif batik sebelumnya. Akhirnya motif batik itu saya lukis di atas clay dengan menggunakan cat akrilik berwarna coklat. Memang cantik pilihan pemesanku kali ini, dipadupadankan dengan warna hijau tosca tua dan muda, kerudung tosca dengan sedikit lapisan berwarna putih dan bunga pink. Ohya, saya juga menambahkan payet dengan gliter pada bagian gaun. nah karena pemesan menyukai bunga tulip, saya juga buat alasnya dengan bunga-bunga tulip berwarna pink di sekelilingnya :) Happy Wedding ya.. :)



Tintin Mini Diorama Clay The Crab with the Golden Claws

I really feel challenged this time to make mini diorama from the Adventure of Tintin comic book. So I choose from The Crab with the Golden Claws (1940) page 31

This is my first time make 3D for Tintin, and it really not easy. The Characters here are ..

Captain Haddock with red handkerchief hat, black whiskers, big nose, untidy hair, white shirt, black pants & straps, he looks talk to Tintin like grumbling : D Tintin, he's cute boy, little eyes, red blush on his cheek, and he wearing white whiskers, white cotton shirt, brown Tintin's pants, and he holding his jacket and blue shirt. 

They are sweating walking in that desert, but the one looks happy is Snowy, he's got big size bone : D


the URL: http://media-cache-ec0.pinimg.com/736x/ae/24/2c/ae242cf614e16a1c068bd3eeb3296a7a.jpg
and This is my first Tintin Mini diorama : ) the height size is -+ 8 cm, and that snowy head is 1.5 cm, I used Amos Iclay as main clay  materials and sakura paper clay for the sand :)

Mini Diorama Tintin - In the Crab with the golden claws (1940) page #31

Olaf plush doll by KuroHouseofCraft

About last week my friend's daughters have birthday party, so I & my husband thought that Olaf plush doll would be great gift for two little girls, just like Anna and Elsa. 

I made together with my husband about 3 hours : ) how happy I am, a man helped me make plush doll. He helped me cut the pattern that I've prepared,  and sewing Olaf buttons. This Olaf doll size about half meter so they would love to hug Olaf and play together.

I hope they would like this doll.